Friday, September 3, 2010

Cacar Monyet Mengancam Manusia

http://2.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TH8iD3KJBkI/AAAAAAAAEEY/rISMLTQgN_k/s1600/Prot_Apr08_monkeypox.jpghttp://3.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TH8iBn8XI0I/AAAAAAAAED4/ojrQw7FB-A4/s1600/_39720085_mpox203300.jpg

Cacar monyet (monkeypox) kini menjadi ancaman baru yang mulai menyerang negara-negara di Afrika. Cacar monyet ini muncul setelah banyak negara menghentikan pemberian vaksin cacar dalam 30 tahun terakhir.

Vaksin cacar yang semula gencar dilakukan, kini oleh beberapa negara diturunkan dosisnya karena dianggap sudah tidak menjadi ancaman lagi.

Tapi studi terbaru menunjukkan bahwa virus monkeypox lebih umum terjadi setelah dilakukan penghentian pemberian vaksin cacar.

"Pemberantasan penyakit cacar adalah salah satu keberhasilan yang dilakukan oleh manusia. Tapi akibat berhentinya pemberian vaksin cacar, sekarang penduduk dunia rentan terhadap virus lainnya yang masih berhubungan seperti monkeypox," ujar ketua penelitian Anne Rimoin dari University of California, Los Angeles School of Public Health, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/9/2010).


http://1.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TH8iCrs5NnI/AAAAAAAAEEI/mzmH1sINGtk/s1600/heading_research2.jpg


Rimoin memperingatkan meskipun infeksi dari monkeypox tidak seserius cacar, namun bekas luka yang ditimbulkan masih bisa berbahaya.

Monkeypox juga tidak hanya mampu menulari antar manusia, tapi juga dapat menginfeksi binatang-binatang yang jika itu mewabah akan membuat pengendaliannya lebih sulit.

Negara-negara di Afrika, seperti Kongo rentan terhadap infeksi ini. Ini karena virus yang bersarang di tupai dan monyet masih endemik di wilayah Kongo dan Afrika. Apalagi sebagian besar masyarakatnya masih bergantung pada satwa liar untuk berburu makanan.

"Virus ini mungkin sudah ada selama bertahun-tahun, tapi negara-negara tidak melakukan pengawasan terhadap penyebarannya. Karena untuk menemukan suatu penyakit, Anda harus mencarinya," ungkap Rimoin.

Pada penelitian antara November 2005 - November 2006 di sembilan zona kesehatan di Kongo, peneliti mengidentifikasi adanya 760 kasus monkeypox yang dilaporkan. Dibandingkan dengan pengawasan serupa yang dilakukan pada tahun 1980-an, tim Rimoin menemukan adanya peningkatan hingga 20 kali lipat dalam kasus monkeypox.


http://3.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TH8iDIGN_oI/AAAAAAAAEEQ/FyWqZaTxoBQ/s1600/monkey-pox.jpg


Sebagian besar korban yang terinfeksi monkeypox adalah orang yang lahir setelah vaksinasi cacar dihentikan yaitu pada tahun 1980.

Para peneliti dalam Proceedings of the National Academy of Sciences mengungkapkan seseorang yang telah lebih dari lima kali diberikan vaksin cacar memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terinfeksi monkeypox dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mendapatkan vaksin.

Virus cacar monyet ini makin berkembang lebih luas dengan adanya penebangan hutan, pergerakan orang-orang ke daerah perkotaan serta perdagangan impor daging dan hewan peliharaan. Setiap infeksi baru yang terjadi akan memberikan kesempatan virus berkembang menjadi lebih serius lagi dan makin menular.

Gejala monkeypox yang terjadi pada manusia mirip dengan gejala cacar, tapi biasanya lebih ringan. Masa inkubasi dari penyakit ini sekitar 12 hari dan dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakkan kelenjar getah bening, rasa tidak nyaman dan kelelahan.

Penyakit ini bisa berlangsung hingga 2-4 minggu, dan biasanya 1-3 hari setelah demam sudah mulai muncul ruam yang paling sering menyerang wajah.


http://1.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TH8iCODDmFI/AAAAAAAAEEA/-bMZ4zboifI/s1600/200360921.jpg


Manusia bisa terinfeksi monkeypox jika terkena gigitan atau kontak langsung (cairan tubuh atau luka) dengan hewan yang terinfeksi, tapi juga bisa menular antar manusia.

Pada manusia penularan terjadi akibat kontak langsung dengan cairan tubuh orang terinfeksi atau menggunakan benda-benda pribadi orang yang terinfeksi.

No comments:

Post a Comment