Friday, June 4, 2010

Cara Melamar Pasangan Paling romantis (HOT PIC)
























































sumber: http://feedproxy.google.com/~r/Strov/~3/c-Bpa5nLtSU/cara-melamar-pasangan-paling-romantis.html

Kisah Kebejatan FPI!!! Ketika Naga Emas Singkawang Terluka: sebuah keprihatinan

Pengantar: Kemarin, Jumat 28 Mei 2010, saya berada di tengah demo FPI terhadap Wali Kota Singkawang, Bapak Hasan Karman dan patung Naga Emas Singkawang.

Patung Naga di Singkawang

Saya sangat prihatin dengan kejadian tersebut, dan saya bermaksud untuk mencurahlan keprihatinan saya dalam bentuk tulisan. Saya memohon maaf apabila dianggap sudah lancang menulis surat ini. Ini hanya bentuk keprihatinan saya terhadap kejadian Singkawang 28 Mei 2010

Bletaaaaaaaak!!! - Batu berukuran sedang melayang dan mendarat di ubun-ubun. Batu yang dilempar masa FPI ke arah patung Naga Emas di perempatan dalam kota Singkawang mendarat sengit di kepala saya yang sedang mengambil gambar demo Jumat, 28 Mei 2010, pukul 15.30, tepat bersamaan perayaan Waisak.

Sontak kaki saya bergetar dan darah serasa mengalir lebih cepat dari sebelumnya setelah mendengar seruan ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR, HANCURKAN PATUNG NAGA, JANGAN MAU ORANG MELAYU DIHINA, KOTA SINGKAWANG INI BUKAN PUNYA ORANG CINA!!!

Dalam hitugan detik, polisi yang bertameng mendorong massa yang dipimpin oleh anggota FPI

FPI

berbaju muslim warna putih lengkap dengan kopiah putih miringnya. Saya melangkah cepat mengikuti pasukan anti huru hara yang mulai maju mendesak Saya terus mengikuti langkah polisi-polisi yang mulai neriakan kata, “TANGKAAAAAP! TANGKAP MEREKA!” Sekali lagi bergemalah kata ALLAHUAKBAR dengan lantang. Bukan saya tergugah mendengar kalimat suci itu dikumandangkan. Hanya ada rasa iba kepada orang yang tega mengumandangkan kalimat suci itu untuk kepentingan yang tidak jelas.

Sore yang masih terik itu menjadikan suasana di persimpangan jalan itu semakin panas. Adegan demo oleh sekitar 20 orang disaksikan ratusan orang. Tanpa ada massa yang kontra terhadap tindakan FPI. Entah mereka apatis, entah mereka takut, entah mereka pasrah. Masyarakat etnis Tionghoa yang memiliki ruko di sekitar jalan itu sudah menutup tokonya, banyak dari mereka

Kota Singkawang

yang berdiri di tepi jalan atau di balkon rukonya untuk melihat atraksi konyol yang disulut oleh isu dalam kutipan sebuah makalah yang ditulis oleh Wali Kota Singkawang, Hasan Karman pada tahun 2008 dalam sebuah seminar sejarah yang menyatakan bahwa beberapa kelompok orang melayu lama adalah perompak. Hasan Karman ketika ditanyai oleh pers pun menjawab, kutipan itu berasal dari buku sejarah Melayu, dan Hasan Karman pun tidak sedang membicarakan bahwa nenek moyang orang Melayu semua adalah perompak. Bahkan Hasan Karman dituntut untuk melepaskan jabatannya.

Dahi saya berkerut mencoba memahami tindakan FPI (yang saya maklumi sebagai tindakan konyol hanya untuk mendapat uang untuk menghidupi organisasinya seperti yang terjadi di Jawa) sembari terus memotret proses penangkapan hingga menaikkan mereka ke mobil tahanan. Setelah itu polisi dengan mobil bajanya berdiri gagah menjaga patung Naga Emas yang sudah punya luka

FPI

di kaki tugu. Seketika, sunyi sahabat saya, Laura menelpon dan memerintahkan saya segera berlalu dari tempat itu. Dia tetap berada di pinggir jalan menanti, dia etnis Tionghoa yang sempat menyaksikan kerusuhan itu, seperti dia pernah mematung menyaksikan kerusuhan Mei 1998 dengan mata kepalanya sendiri.

Kami berlalu, dan berpikir, hebat benar FPI melakukan tindakan itu dengan membawa isu etnis dan agama sekaligus. Beberapa waktu lalu, dengan gagah berani, FPI mengobrak-abrik kegiatan waria, gay lesbi di Surabaya dan Depok. Pun beberapa waktu lalu, FPI Bekasi hendak merobohkan patung patung tiga perempuan yang mengenakan kebaya- dengan alasan patung itu mengenakan busana ketat.

Mereka melakukan aksi tersebut pada hari Jumat, hari kaum Muslim melalukan ibadah sholat Jumat,, bersamaan dengan perayaan Waisak, sama sekali mereka tidak menghormati hari suci Agama Islam dan Buddha. FPI yang mengusung nama ISLAM melakukan penghinaan terhadap kemanusiaan! Sungguh mengecewakan saya sebagai seorang Muslim.

Ricuh soal Patung Naga Singkawang

Saya sempat mendapatkan informasi spekulatif dari bebapa warga sekitar yang saya temui, bahwa kegiatan itu digosok oleh isu nenek moyang Melayu perompak, isu patung Naga Emas, dan isu PILKADA 2011. Pola-pola pergerakan FPI memang sudah terbaca, pergerakan mereka semata-mata adalah untuk mendapatkan uang, tak peduli siapa yang ada berada di balik mereka. Di Singkawang, berita gerakan mereka didukung oleh para orang-orang yang akan bersaing di pilkada dan beberapa anggota militer yang tentunya memiliki kuasa tentunya atas nama kontestasi politik praktis.

Saya mohon maaf karena menuliskan spekulasi siapa yang bergerak di belakang gerakan tersebut. Saya yang naïf ini berharap bahwa para politikus dan militer yang disebut-sebut itu tidak benar adanya, karena tentunya mereka adalah orang-orang mulia.

Saya bukan penulis berita investigasi, saya hanya seorang manusia yang ingin bersuara. Saya melihat salah satu sisi kemanusiaan di Singkawang disepelekan. Kehidupan bernegara pun diabaikan. Siapapun yang mendanai amukan konyol tanpa alasan yang jelas kaum FPI itu, dia tidak berhak membawa isu sejarah, etnisitas, jika dia tidak benar-benar memahami sejarah Indonesia, apalagi sejarah Singkawang! Mungkin Pancasila dan lagu Indonesa Raya pun mereka tidak hafal.

Ingin rasanya saya berkata, “hai FPI, sudahlaaaah…jangan mengurusi masalah etnis, etnis manapun tak layak dibenturkan dengan konflik. Tak hanya konflik etnis Tionghoa. Kasus Poso, Ambon, Sambas, tak bijak jika terus diungkit.” Etnis Tionghoa punya hak yang sama sebagai bangsa Indonesia yang berdaulat. Mereka punya hak dan kewajiban yang sama untuk menegakkan NKRI HARGA MATI.

Bubarkan saja FPI kalau fungsinya hanya untuk membuat kacau keharmonisan hidup bernegara! Seperti terjadinya pembubaran FPI di beberapa daerah di Pulau Jawa ketika terjadi kasus pemukulan terhadap perempuan dan anak kecil di MONAS. Jangan takut pada FPI, karena fakta bicara, FPI bukan oraganisasi agama, tapi hanya mengenakan kedok agama untuk melegitimasi gerakan mereka! Anggota FPI Singkawang mungkin belum tahu bahwa pimpinan FPI pusat yang ditangkap, ketika kediamannya digeledah dan ditemukan banyak VCD porno, dia berkata “aaah…itu kan untuk sarana RISET!” Aih aih…ketua FPI Sang Habib pun ternyata mengoleksi VCD porno atas nama riset. Sangat memprihatinkan.

Saya pun sangat salut dengan kerja aparat keamanan yang tidak tinggal diam menyaksikan aksi anarkis FPI. Salut! Semoga polisi Singkawang memang tulus menjadi abdi dan pelindung warga Singkawang, tanpa memandang etnisitas.

Bersama surat ini pun saya berharap banyak kepada pemerintah pembuat kebijakan di tingkat Propinsi Kalimantan Barat dan Kota Singkawang untuk memberi banyak himbauan kepada warga untuk tidak mudah tergosok isu etnisitas. Bahwa pendidikan toleransi dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah hal yang utama.

Saya tutup tulisan curahan hati ini dengan harapan, walaupun konflik memang tidak bisa tiada dalam kehidupan bernegara, namun semboyan INDONESIA NKRI HARGA MATI adalah sumpah sehidup semati, mari bersama-sama memberikan yang terbaik untuk Negara Indonesia tercinta, tanah tumpah darah kita dengan meminimalisasi potensi konflik. Tempat kita dilahirkan dan mungkin kelak kita akan dikebumikan di tanah ini.

Salam hormat

Agni Malagina – Pengamat Naga

This post was submitted by Agni Malagina - Pengamat Patung Naga Singkawang.

Ulat Paling Mematikan Di Bumi. (Must read)



Di hutan hujan Brasil selatan mengintai ulat Lonomia - dijuluki badut "malas" dari dunia serangga. Sayangnya, seperti "The Joker" dari seri Batman, tidak ada yang lucu tentang ulat ini. Cukup menyikat tangan Anda terhadap bulu berduri makhluk ini dapat mengakibatkan pendarahan internal besar-besaran, gagal ginjal, dan hemolisis. Dengan kata lain, menyentuh sekaligus (seperti yang umum) sama dengan kematian. Lebih buruk lagi, ulat dianggap "samar" dan mudah menyatu dengan kulit pohon. Jadi bahkan jika Anda berusaha mencarinya Anda mungkin tidak melihatnya.Sayangnya, ada beberapa kematian setiap tahun disebabkan oleh Lonomia. Bahkan lebih menakjubkan adalah bahwa racun dosis antara "terendah mematikan median" racun di dunia - yang hanya sebagian kecil per menit dari yang di gigit Lonomia itu punya racun mematikan dengan dosis 1000 kali lipat lebih kuat daripada gigitan ular.... Jika ada satu titik cerah, itu bahwa Lonomia hanya muncul selama dua-tiga bulan setiap tahun.saya tidak bisa menemukan - jadi jangan sentuh apapun ulat sedangkan di Selatan Brazil, ok?







sumber: http://feedproxy.google.com/~r/Strov/~3/Az6lHgUkDNI/ulat-yang-paling-mematikan-di.html

Tuesday, June 1, 2010

Cium Bibir Dhani, Dewi Persik Dilabrak Mulan?

Ini dia gosip terhangat. Sejak Dewi Persik bergabung dengan RCM (Republik Cinta Manajemen), anggota RCM lama terlihat sedikit gerah. Kabarnya, Mulan Jameela sampai melabrak Dewi karena berani mencium bibir Ahmad Dhani.

Benarkah kabar ini? Okezone mencoba menghubungi Dewi, Senin (31/5/2010). Penyanyi dangdut dengan goyang gergaji itu membantah telah dilabrak Mulan yang rumornya merupakan istri siri Dhani.

"Ah itu enggak benar. Terlalu dibesar-besarkan. Tapi biarkan, enggak perlu ditanggapi. Mereka kan cuma bisa melihat dari luar, tapi dalamnya enggak. Yang menjalani itu kan kami, keluarga besar RCM. Mereka semua sayang sama saya, merangkul saya," ungkap Dewi kepada okezone.

Dewi meyakini bila itu adalah kabar burung yang sengaja dihembuskan orang-orang yang tak suka melihat dirinya bergabung dengan RCM.

"Itu mungkin ada orang yang ingin mengobrak-abrik keluarga kami (RCM) yang sebenarnya enggak ada apa-apa. Itu cuma kerikil saja. Namanya manusia, namanya pertemanan memang tidak selamanya indah. Adanya berita itu bisa lebih mendekatkan kami supaya mengetahui sifat dan karakter kami masing-masing. Buat aku sih lumrah," terang Dewi.

Sekali lagi, mantan istri Saipul Jamil dan Aldi Taher itu menegaskan tidak pernah dilabrak Mulan atau siapapun juga.

"Siapa yang berani sama Dewi Persik? Bukannya saya sombong, tapi saya memang enggak mau tahu urusan orang. Selama ini selama orang-orang tidak mengusik, saya diam. Siapapun yang mau tahu kehidupan pribadi saya, melabrak saya, ini di luar RCM ya, siapapun mereka, saya enggak ingin ceroboh seperti dulu lagi. Saya ingin lebih dewasa. Saya belajar dari pengalaman kemarin," bebernya.

Sejak bergabung dengan RCM, bintang film Tali Pocong Perawan itu memang mengurangi sensasi yang selama ini sering menghiasi infotainment. Selain perangainya yang lebih kalem dan sopan, gaya dandan Dewi pun berubah. Dia tetap seksi, namun kini jauh dari kesan 'murahan'.

Dewi tampak serius berkarier musik dan tak ingin mengecewakan Dhani. Apalagi mantan suami Maia Estianty itu membuatkannya lagu berjudul Diam-Diam dan telah dibuatkan video klipnya.
(ang)

Wat Pahi Rong Wua, Neraka Diatas Bumi Berada di Thailand (seremm)

Wat Phai Rong Wua adalah kelenteng dimana anda bisa melihat keadaan neraka diatas dunia ini. Kelenteng ini juga terkenal sehingga banyak didatangi oleh wisatawan yang mau melihat seperti apa seh neraka tersebut. Para wisatawan disajikan dengan pemandangan penyiksaan yang menakutkan yang berdarah-darah yang dilakukan oleh para setan. Kelenteng ini sepertinya mau menunjukkan bahwa seperti itulah neraka bagi menyeramkan sehingga orang-orang akan takut untuk berbuat jahat.

Inilah pemandangan-pemandangan yang bisa anda lihat di kelenteng tersebut.














Read more: http://www.mamasipenk.co.cc/2010/05/wat-pahi-rong-wua-neraka-diatas-bumi.html#ixzz0pbrP3zBN