Sunday, August 29, 2010

Filosofi Leak Ngendih di Bali

Bentuk Endih Leak

Leak merupakan suatu ilmu kuno yang diwariskan oleh leluhur Hindu di Bali.


Pada zaman sekarang ini orang bertanya-tanya apa betul leak itu ada?, apa betul leak itu menyakiti?

Secara umum leak itu tidak menyakiti, leak itu proses ilmu yang cukup bagus bagi yang berminat.

Karena ilmu leak juga mempunyai etika-etika tersendiri.

Filosofi Leak Ngendih di Bali
Tidak gampang mempelajari ilmu leak.

Dibutuhkan kemampuan yang prima untuk mempelajari ilmu leak.

Di masyarakat sering kali leak dicap menyakiti bahkan bisa membunuh manusia, padahal tidak seperti itu.

Ilmu leak juga sama dengan ilmu yang lainnya yang terdapat dalam lontar-lontar kuno Bali.

Dulu ilmu leak tidak sembarangan orang mempelajari, karena ilmu leak merupakan ilmu yang cukup rahasia sebagai pertahanan serangan dari musuh.

Orang Bali Kuno yang mempelajari ilmu ini adalah para petinggi-petinggi raja disertai dengan bawahannya.

Tujuannya untuk sebagai ilmu pertahanan dari musuh terutama serangan dari luar.

Orang-orang yang mempelajari ilmu ini memilih tempat yang cukup rahasia, karena ilmu leak ini memang rahasia.

Jadi tidak sembarangan orang yang mempelajari.

Namun zaman telah berubah otomatis ilmu ini juga mengalami perubahan sesuai dengan zamannya.

Namun esensinya sama dalam penerapan.
Yang jelas ilmu leak tidak menyakiti.

Yang menyakiti itu ilmu teluh atau nerangjana, inilah ilmu yang bersifat negatif, khusus untuk menyakiti orang karena beberapa hal seperti balas dendam, iri hati, ingin lebih unggul, ilmu inilah yang disebut pengiwa.

Ilmu pengiwa inilah yang banyak berkembang di kalangan masyarakat seringkali dicap sebagai ilmu leak.

Seperti yang dikatakan diatas leak itu memang ada sesuai dengan tingkatan ilmunya termasuk dengan endih leak.

Endih leak ini biasanya muncul pada saat mereka lagi latihan atau lagi bercengkrama dengan leak lainnya baik sejenis maupun lawan jenis.

Munculnya endih itu pada saat malam hari khususnya tengah malam.

Harinya pun hari tertentu tidak sembarangan orang menjalankan untuk melakukan ilmu tersebut.

Mengapa ditempat angker?

Ini sesuai dengan ilmu leak dimana orang yang mempelajari ilmu ini harus di tempat yang sepi, biasanya di kuburan atau di tempat sepi.

Endih ini bisa berupa fisik atau jnananya (rohnya) sendiri, karena ilmu ini tidak bisa disamaratakan bagi yang mempelajarinya.

Untuk yang baru-baru belajar, endih itu adalah lidahnya sendiri dengan menggunakan mantra atau dengan sarana.

Dalam menjalankan ilmu ini dibutuhkan sedikit upacara.

Sedangkan yang melalui jnananya (rohnya), pelaku menggunakan sukma atau intisari jiwa ilmu leak.

Sehingga kelihatan seperti endih leak, padahal ia diam di rumahnya. Yang berjalan hanya jiwa atau suksma sendiri.

Bentuk endih leak ini beraneka ragam sesuai dengan tingkatannya.

Ada seperti bola, kurungan ayam, tergantung pakem (etika yang dipakai).

Ilmu ini juga memegang etika yang harus dipatuhi oleh penganutnya.

Filosofi Leak Ngendih di Bali
Endih leak ini tidak sama dengan sinar penerangan lainnya, kalau endih leak ini biasanya tergantung dari yang melihatnya.

Kalau yang pernah melihatnya, endih berjalan sesuai dengan arah mata angin, endih ini kelap-kelip tidak seperti penerangan lainnya hanya diam.

Warnanya pun berbeda, kalau endih leak itu melebihi dari satu warna dan endih itu berjalan sedangkan penerangan biasanya warna satu dan diam.

Karena endih leak ini memiliki sifat gelombang elektromagnetik mempunyai daya magnet.

Ilmu leak tidak menyakiti.

Orang yang kebetulan melihatnya tidak perlu waswas.

Bersikap sewajarnya saja.

Kalau takut melihat, ucapkanlah nama nama Tuhan.

Endih ini tidak menyebabkan panas.

Dan endih tidak bisa dipakai untuk memasak karena sifatnya beda.

Endih leak bersifat niskala, tidak bisa dijamah.

Leak Shoping di Kuburan


Pada dasarnya, ilmu leak adalah ilmu kerohanian yang bertujuan untuk mencari pencerahan lewat aksara suci. Dalam aksara Bali tidak ada yang disebut leak.

Yang ada adalah “liya, ak” yang berarti lima aksara (memasukan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh melalui tata cara tertentu).

Filosofi Leak Ngendih di Bali
Lima aksara tersebut adalah Si, Wa, Ya, Na, Ma.
- Si adalah mencerminkan Tuhan
- Wa adalah anugrah
- Ya adalah jiwa
- Na adalah kekuatan yang menutupi kecerdasan
- Ma adalah egoisme yang membelenggu jiwa

Kekuatan aksara ini disebut panca gni (lima api). Manusia yang mempelajari kerohanian apa saja, apabila mencapai puncaknya dia pasti akan mengeluarkan cahaya (aura).

Cahaya ini keluar melalui lima pintu indria tubuh yakni telinga, mata, mulut, ubun-ubun, serta kemaluan.

Pada umumnya cahaya itu keluar lewat mata dan mulut. Sehingga apabila kita melihat orang di kuburan atau tempat sepi, api seolah-olah membakar rambut orang tersebut.

Pada prinsipnya, ilmu leak tidak mempelajari bagaimana cara menyakiti seseorang. Yang dipelajari adalah bagaimana mendapatkan sensasi ketika bermeditasi dalam perenungan aksara tersebut.

Ketika sensasi itu datang, maka orang itu bisa jalan-jalan keluar tubuhnya melalui ngelekas atau ngerogo sukmo. Kata ngelekas artinya kontaksi batin agar badan astra kita bisa keluar. Ini pula alasannya orang ngeleak.

Apabila sedang mempersiapkan puja batinnya disebut angeregep pengelekasan. Sampai di sini roh kita bisa jalan-jalan dalam bentuk cahaya yang umum disebut endih.

Bola cahaya melesat dengan cepat. Endih ini adalah bagian dari badan astral manusia (badan ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu)

Di sini pelaku bisa menikmati keindahan malam dalam dimensi batin yang lain. Jangan salah, dalam dunia pengeleakan ada kode etiknya.

Sebab tidak semua orang bisa melihat endih. Juga tidak sembarangan berani keluar dari tubuh kasar kalau tidak ada kepentingan mendesak.

Peraturan yang lain juga ada seperti tidak boleh masuk atau dekat dengan orang mati. Orang ngeleak hanya shoping-nya di kuburan (pemuwunan).

Apabila ada mayat baru, anggota leak wajib datang ke kuburan untuk memberikan doa agar rohnya mendapat tempat yang baik sesuai karmanya.

Begini bunyi doa leak memberikan berkat : ong, gni brahma anglebur panca maha butha, anglukat sarining merta. mulihankene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia mahatama. ong rang sah, prete namah.

Sambil membawa kelapa gading untuk dipercikan sebagai tirta. Nah, di sinilah ada perbedaan pandangan bagi orang awam. Dikatakan bahwa leak ke kuburan memakan mayat, atau meningkatkan ilmu.

Kenapa harus di kuburan? Paham leak adalah apa pun status dirimu menjadi manusia, orang sakti, sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di kuburan.

Tradisi sebagian orang di India tidak ada tempat tersuci selain di kuburan. Kenapa demikian?

Di tempat inilah para roh berkumpul dalam pergolakan spirit.

Di Bali kuburan dikatakan keramat, karena sering muncul hal-hal yang menyeramkan. Ini disebabkan karena kita jarang membuka lontar tatwaning ulun setra.

Sehingga kita tidak tahu sebenarnya kuburan adalah tempat yang paling baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa.

Sang Buda Kecapi, Mpu Kuturan, Gajah Mada, Diah Nateng Dirah, Mpu Bradah, semua mendapat pencerahan di kuburan.

Di Jawa tradisi ini disebut tirakat.

Leak juga mempunyai keterbatasan tergantung dari tingkatan rohani yang dipelajari. Ada tujuh tingkatan leak.

Leak barak (brahma).

Leak ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api. Leak bulan, leak pemamoran, leak bunga, leak sari, leak cemeng rangdu, leak siwa klakah.

Leak siwa klakah inilah yang tertinggi. Sebab dari ketujuh cakranya mengeluarkan cahaya yang sesuai dengan kehendak batinnya.

Filosofi Leak Ngendih di Bali
Setiap tingkat mempunyai kekuatan tertentu. Di sinilah penganut leak sering kecele, ketika emosinya labil.

Ilmu tersebut bisa membabi buta atau bumerang bagi dirinya sendiri. Hal inilah membuat rusaknya nama perguruan.

Sama halnya seperti pistol, salah pakai berbahaya. Makanya, kestabilan emosi sangat penting, dan disini sang guru sangat ketat sekali dalam memberikan pelajaran.

Selama ini leak dijadikan kambing hitam sebagai biang ketakutan serta sumber penyakit, atau aji ugig bagi sebagian orang.

Padahal ada aliran yang memang spesial mempelajari ilmu hitam disebut penestian. Ilmu ini memang dirancang bagaimana membikin celaka, sakit, dengan kekuatan batin hitam.

Ada pun caranya adalah dengan memancing kesalahan orang lain sehingga emosi. Setelah emosi barulah dia bereaksi.

Emosi itu dijadikan pukulan balik bagi penestian. Ajaran penestian menggunakan ajian-ajian tertentu, seperti aji gni salembang, aji dungkul, aji sirep, aji penangkeb, aji pengenduh, aji teluh teranjana. Ini disebut pengiwa (tangan kiri).

Kenapa tangan kiri, sebab setiap menarik kekuatan selalu memasukan energi dari belahan badan kiri.

Pengiwa banyak menggunakan rajah-rajah (tulisan mistik). Juga pintar membuat sakit dari jarak jauh, dan dijamin tidak bisa dirontgent di lab.

Yang paling canggih adalah cetik (racun mistik). Aliran ini bertentangan dengan pengeleakan. Apabila perang, beginilah bunyi mantranya, ong siwa gandu angimpus leak, siwa sumedang anundung leak, mapan aku mapawakan segara gni…bla…bla.

Ilmu Leak ini sampai saat ini masih berkembang karena pewarisnya masih ada, sebagai pelestarian budaya Hindu di Bali dan apabila ingin menyaksikan leak ngendih datanglah pada hari Kajeng Kliwon Enjitan di Kuburan pada saat tengah malam.

8 Proyek Luar Negeri Punya Pesan Memerangi Panas Dunia

1. CO2 Cubes


Di dirikan pada 7 Desember, 2009 pukul 17:30 di Tycho Brahe Planetarium di Copenhagen, CO2 Cubes: adalah pameran seni multimedia hidup yang bertujuan untuk mengubah persepsi masyarakat tentang perubahan iklim dan untuk mendapatkan solusi yang berkelanjutan. Cube CO2 dibangun dengan ukuran yang besar satu metrik ton CO2 (1 ton CO2 = 8m ³). Terdiri atas sebuah bangunan tiga lantai. Proyek interaktif ini mendidik orang untuk mencegah karbon dioksida yang berlebihan di atmosfer yang diakibatkan aktivitas manusia.

2. Ice Bear Sculpture


Dalam upaya untuk mengirimkan pesan yang kuat pada perubahan iklim, Mark Coreth, seorang pematung master hewan bergerak, mengukir patung beruang berukuran 1,8 meter di Kongens Nytory Square di Kopenhagen, Denmark. Dikenal sebagai Ice Bear, proyek ini akan berusaha untuk mencerahkan pemikiran orang tentang bagaimana pemanasan global dan perubahan iklim mempengaruhi penduduk Arktik. Tinggi patung beruang kutub akan cocok dengan ketipisan rata-rata laut es mengambang (seperti diungkapkan oleh Catlin Arktik Survey) di Samudra Arktik tepat.

3. Treehugger Project


Seniman Agnieszka Gradzik dan Wiktor Szostalo menggunakan bahan organik untuk membuat anyaman-orang yang memeluk pohon. Huggers ini secara harfiah berarti populasi dunia. Beberapa orang menemukan memeluk pohon kesepian di pameran “Pohon Lonely, Lonely People”, sementara yang lain menunggu kesempatan mereka untuk menunjukkan kasih mereka kepada pohon sendirian.

4. The Melting Men


The Melting Man oleh seniman Nele Azevedo Brazil digambarkan bagaimana topi glasial di Greenland dan Antartika cepat menghilang. Ditempatkan pada lapangan Gendarmenmarkt pusat, Berlin, patung adalah spesimen seni perubahan iklim.

5. Living Light


Sebuah façade bangunan futuristik dikenal sebagai Living Light adalah paviliun outdoor permanen di Taman Perdamaian, di Stadion Piala Dunia di Seoul, Korea. Tidak hanya menampilkan kualitas udara di wilayah ini, tetapi juga menggambarkan jika suatu hari akan lebih baik atau lebih buruk daripada hari yang sama pada tahun lalu. Desainer Soo-in Yang dan David Benjamin telah melakukan pekerjaan yang patut dipuji dalam menciptakan ini permata dari patung.

6. Solar Peace Sculpture


Fred Georges baru-baru ini men disain model 8,75 kaki (2,6 meter) dari Solar Peace Sculpture di FOX Hotel, terletak di Jarmers Plads 3, di Kopenhagen pada 10-20 Desember 2009. Di mana patung yang asli adalah sebuah raksasa 50 kaki (15,24 meter) menunjukkan barel minyak, panel surya, dan pusat media interaktif, replika menirukan mantan sepenuhnya.

7. The Cloud


Struktur yang sangat besar ini terdiri dari kolom pusat filigri, hasil perlombaan Olimpiade dan nomor penonton di Taman Olimpiade. The Cloud, yang disusun oleh tim internasional arsitek, seniman dan insinyur, akan menampilkan menara interlocked yang mempunyai tinggi 400 kaki. Didukung dengan berbagai gelembung plastik solar powered, yang benar-benar off-grid-struktur akan menjadi sebuah dek observasi dan taman juga. Itu shortlisted dalam kompetisi yang diatur oleh Walikota London Boris Johnson.

8. The Canary Project


Proyek Canary ingin menyampaikan pesan tentang perubahan iklim dengan menggunakan media seni dari segala jenis. Memanfaatkan cara visual, seperti fotografi profesional, performance art, fashion dan desain grafis, organisasi nirlaba vokal menyebar pesan hijau pada perubahan iklim.

Penampakan wajah Menyeramkan Dari Letusan Gunung Eyjafjallajokull

Sebuah radar yang merekam aktivitas Gunung Eyjafjallajokull tersebut berhasil menagkap fenomena seperti penampakan wajah orang menyeringai dan seperti lukisan "The Scream" karya Edvard Munch.

http://img341.imageshack.us/img341/3796/thecraterofeyjafjallajo.jpg

Penampakan tersebut akibat dari erupsi volcanic terjadi pada glacier Gunung Eyjafjalla di selatan Republik Islandia 13 april 2010

Kebetulan, lukisan tersebut juga diilhami oleh letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun1883



http://static.republika.co.id/images/gunung_berapi_eyjafjallajokul_di_islandia_100504113358.jpg

http://img217.imageshack.us/img217/3796/thecraterofeyjafjallajo.jpg

Seks Bisa Memacu Pertumbuhan Otak (MUST READ)

img

Manfaat seks kini tidak sebatas rekreasi dan prokreasi saja. Hubungan seks secara teratur ternyata juga dapat meningkatkan pertumbuhan otak.

Penelitian ini didasarkan pada temuan terdahulu, bahwa otak yang dipenuhi pikiran tidak menyenangkan cenderung lebih tidak berkembang.

Peneliti lantas ingin mengungkap, apakah hal yang sebaliknya berlaku jika otak diisi pikiran yang menyenangkan seperti pengalaman berhubungan seks.

Peneliti menggunakan mencit sebagai percobaanya. Hasilnya, mencit yang mendapat akses kawin setiap hari otaknya tidak menunjukkan glukokortikosteroid, senyawa yang menunjukkan tingkat stres tinggi dibanding yang kawin sekali dalam 2 pekan.

Dikutip dari Livescience, Minggu (9/8/2010), peneliti membuktikannya perkembangan sel otak menunjukkan proliferasi atau pertumbuhan sel otak yang lebih tinggi di daerah hippocampus, bagian otak yang terkait dengan kemampuan mengingat, jika melakukan kegiatan seks yang rutin.

Temuan ini menguatkan teori bahwa pikiran-pikiran yang tidak menyenangkan dapat menghambat pertumbuhan sel otak. Namun efek tersebut bisa diatasi dengan pengalaman-pengalaman yang menyenangkan, termasuk hubungan seks.

Ajaib!!! Bayi Prematur Hidup Lagi Setelah Dipeluk Ibunya 2 Jam

img
Bayi Jamie
Sentuhan kulit ibu memberikan keajaiban kepada bayi prematur yang sudah dinyatakan meninggal. Seorang wanita membuktikan bagaimana bayinya yang sudah meninggal bisa hidup lagi setelah 2 jam dipeluknya.

Bayi Jamie Ogg lahir prematur dalam usia 27 minggu di sebuah rumah sakit di Sydney. Bayi Jamie dilahirkan kembar dengan berat hanya 900 gram bersama adik kembarnya Emily.

Namun bayi Emily selamat, sedangkan Jamie dinyatakan meninggal setelah dokter berjuang menyelamatkannya dan tidak ada tanda-tanda kehidupan setelah 20 menit.

Dokter kemudian membungkus bayi Jamie yang sudah tak bernyawa dengan selimut dan memberikan kepada ibunya Kate Ogg. Kate dan suaminya David Ogg begitu hancur menerima satu anak kembarnya meninggal.

Oleh Kate, bayi Jamie yang sudah tak bernyawa ditaruhnya didadanya sambil terus dipeluk. Selama 2 jam, Kate berbicara dengan bayi Jamie tentang keluarga dan apa yang akan dilakukan sepanjang hidupnya jika ada Jamie.

"Aku menaruh dia di dada dengan kepalanya di lenganku dan terus memeluknya sambil berbicara. Dia tidak bergerak sama sekali," kata Kate dalam wawancara dengan televisi Channel 7's sepert dilansir news.sky.com, Minggu (29/8/2010).

Pelukan Kate selama 2 jam tersebut ternyata memberikan keajaiban. Bayi Jamie mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. "Napas Jamie kadang terengah-engah, tapi menurut dokter itu tindakan refleks," kata Kate.

Sesuatu yang mengejutkan pun terjadi. Bayi Jamie bergerak seperti terkaget dan napasnya mulai teratur. "Aku berpikir, ya Tuhan apa yang terjadi, beberapa menit kemudian ia membuka matinya. Ia mengulurkan tangannya dan meraih jari saya dan menggerakkan kepalanya," tutur Kate.

Dokter pun terkejut dan terus berkata tidak percaya dan mengatakan ini suatu keajaiban. Kate lalu memberikannya ASI perlahan-lahan.

Dokter menduga tubuh hangat Kate bertindak seperti inkubator yang menjaga bayi dan merangsangnya tetap hangat. Metode ini seperti yang dianjurkan para ahli agar memberikan gendongan Kangguru pada bayi prematur.

Sentuhan kulit ke kulit dengan cara memeluk bayi di dada lebih menguntungkan ketimbang perawatan dalam inkubator.

David mengaku sangat beruntung mempunyai istri yang kuat dan cerdas. "Dia seperti punya naluri yang kuat apa yang mesti dia lakukan. Jika Kate tidak memeluknya lama, mungkin Jamie tidak akan pernah berada di sini," kata David.

Bayi Jamie yang muncul di TV adalah bayi sehat yang sekarang berusia 5 bulan.

Bayi yang lahir prematur memang sangat rentan terhadap suhu dan mudah terserang hipotermia sehingga harus dimasukkan ke dalam inkubator. Tapi dengan metode Kangaroo Care, ibu bisa merawat si kecil secara lebih dekat tanpa perlu menggunakan inkubator.

Kangaroo Care ini adalah metode perawatan bayi prematur dengan cara memberikan sentuhan kulit ke kulit antara si ibu dengan bayi.

Dalam melakukan metode ini, perlu diperhatikan bahwa posisi bayi harus lurus, tidak boleh ditekuk. Lalu bayi didekatkan ke tubuh si ibu. Kemudian beri penutup kepala dan kaki pada bayi. Lakukan hal tersebut selama 24 jam.

Dengan melakukan hal tersebut, bayi akan mendapat panas dari tubuh ibunya dan suhunya menjadi stabil karna si ibu memiliki suhu tubuh antara 36,5-37 derajat Celcius. Suhu tubuh ibu ini merupakan pemanas alami yang lebih baik dibandingkan dengan inkubator yang hanya bersuhu 34 derajat.

Rahasia Tidur dalam Rambut Manusia

Akar rambut ternyata memegang peran cukup besar pada aktivitas gen yang memengaruhi kapan seseorang tidur dan bangun. Demikian menurut penelitian yang menemukan kaitan antara siklus tidur dan akar rambut kita.

Perlu diketahui bahwa siklus tidur dan bangun manusia dikontrol oleh gen yang disebut gen jam (clock genes). Gen ini memvariasikan kegiatan orang sepanjang hari dan mengatur jam internal yang mendorong ritme sirkadian.

Gen jam manusia pertama kali ditemukan sekitar 10 tahun lalu. Para ilmuwan mengisolasi gen ini untuk mempelajari siklus tidur dan bangun. Ketika gen ini aktif, DNA akan diubah menjadi RNA, langkah pertama untuk menghasilkan protein yang penting untuk menyampaikan instruksi gen dan memengaruhi ritme sirkadian.

RNA bisa ditemukan dalam sel di seluruh tubuh, mulai dari sel darah putih hingga ke lapisan mukosa mulut. Namun, mengekstraksi RNA dari sel tidak dapat diandalkan. Maka Makato Akashi, peneliti dari Jepang, dan timnya memilih rambut. Di dasar setiap rambut terdapat sel folikel yang masih hidup ketika rambut dicabut.

Dengan mengambil sekitar 10 helai rambut dari kepala partisipan studi, peneliti bisa melacak aktivitas tiga gen jam secara terpisah.

Dari rambut yang dicabut pada saat orang sedang beraktivitas, ditemukan puncak ekspresi gen (ketika terjadi perubahan RNA) ada pada orang yang sedang terjaga. Ketika orang itu mengubah jadwal tidurnya menjadi empat jam selama tiga minggu, terjadi reaksi jet lag karena puncak aktivitas gen hanya bergeser 2,1 jam. Dengan kata lain, meski orang itu mengubah jadwal tidurnya, jam tubuh mereka belum bisa menyesuaikan.


Telur Asin Brebes Yang Menggugah Selera


Tak lengkap rasanya apabila menyebut Brebes tanpa telur asin. Ya, telur asin telah menjadi ikon dan ciri khas kabupaten yang terletak di ujung barat Provinsi Jawa Tengah tersebut. Ratusan pedagang telur asin tersebar di hampir semua wilayah Kabupaten Brebes.

Pusat oleh-oleh tampak berderet di sepanjang jalur pantura, antara lain di wilayah Kecamatan Wanasari, Jalan Pemuda, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Jenderal Sudirman di Kecamatan Brebes. Ratusan ribu, bahkan jutaan, butir telur asin siap menanti kehadiran pembeli, termasuk para pemudik pada arus Lebaran tahun ini.

Keberadaan telur asin di Kabupaten Brebes sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Orang yang dipercaya sebagai salah satu pionir pembuat telur asin di Brebes adalah In Tjiauw Seng dan istrinya, Tan Polan Nio.

Menurut penuturan anak tertua mereka, Hartono Sunaryo (68), In Tjiauw Seng meninggal pada 1971 dan Tan Polan Nio meninggal pada 1991. Menurut dia, ayahnya berjualan telur asin sejak tahun 1950-an. Meskipun demikian, telur tersebut tidak dijual di Brebes, tetapi dipasok ke Jakarta.

Dari empat anak In Tjiauw Seng, hanya dia yang masih berjualan telur asin. Namun, dia tidak memproduksi sendiri, melainkan membeli dari perajin lain. Hartono mengaku terkendala modal untuk memproduksi telur asin. 'Soalnya untuk proses pengasinan saja butuh waktu setengah bulan,' katanya.

Pedagang lain yang dipercaya sebagai pionir pembuat telur asin Brebes adalah Tjoa Kiat Hien dan istrinya, Niati. Usaha telur asin keluarga itu masih berjalan dan diteruskan anak keempat mereka, Tjoa Kiem Tien (55) dengan merek telur asin Tjoa.

Menurut Tjoa Kiem Tien, ibunya mulai berjualan telur asin sekitar tahun 1960. Namun, usaha ibunya mulai dikenal masyarakat sekitar tahun 1965. Seingat dia, saat itu baru ada dua pedagang telur asin di Brebes, yaitu In Tjiauw Seng dan orangtuanya.

'Dahulu jualnya pakai keranjang seperti sangkar burung yang ditaruh di atas meja atau digantung,' katanya. Saat ini, penjualan telur asin sudah jauh lebih berkembang, yaitu dengan menggunakan kemasan kardus yang cantik.

Awalnya, telur asin dibuat untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga. Telur bebek dipilih karena lebih mudah diperoleh apabila dibandingkan telur lain. Ternyata, masakan tersebut juga disukai masyarakat luas sehingga berkembang sebagai komoditas khas Brebes.

Tjoa Kiem Tien mengatakan, saat awal berjualan, pembeli telur asin tidak sebanyak saat ini. Pasalnya, belum banyak masyarakat yang lewat Brebes. Jalan pantura Brebes juga belum selebar saat ini.

Pedagang telur asin lainnya di Brebes mulai bermunculan sekitar tahun 1980 dan semakin marak pada tahun 1997. Telur asin memang menjadi salah satu daya tarik masyarakat luar kota untuk singgah ke Brebes. Setiap Lebaran, komoditas ini selalu habis diserbu pemudik untuk oleh-oleh.

Bagi usaha Tjoa, tahun keemasan telur asin berlangsung sekitar tahun 2007. Saat itu, penjualan telur asin dalam setahun mencapai sekitar 1,3 juta butir. Namun, akibat semakin banyaknya pedagang serta ketatnya persaingan, penjualan telur asin cenderung turun. Untuk menyambut pemudik pada Lebaran tahun ini, ia menyiapkan sekitar 200.000 butir telur asin.