Thursday, August 26, 2010

Hati-Hati! High Heels Berbahaya Bagi Kesehatan


Cantik adalah harga mati bagi seorang perempuan. Tidak mengherankan bila hanya demi mempercantik diri, kaum perempuan rela menyiksa diri. Salah satunya dalam urusan memilih sepatu. Sebagian besar perempuan cenderung lebih suka mengenakan sepatu high heels dibanding jenis sepatu lainnya. Padahal selain tidak terasa nyaman, menurut suatu penelitian sepatu bertumit tinggi ini juga dapat membahayakan kesehatan pemakainya.

Sebuah penelitian yang melibatkan 3.378 orang laki-laki dan perempuan menemukan bahwa hampir 64 persen perempuan dewasa yang mengalami nyeri pada bagian belakang kaki diketahui sering mengenakan alas kaki berhak tinggi atau setidaknya beberapa kali dalam seumur hidupnya.

"Kami menemukan adanya peningkatan risiko sakit di bagian belakang kaki para perempuan yang senang menggunakan sepatu model high heel untuk menunjang penampilannya agar menarik," ungkap salah satu anggota penelitian, Alyssa B Dufour dari Institute for Aging Research of Hebrew SeniorLife yang melakukan penelitian selama 6 tahun sejak tahun 2002 hingga 2008.

Dalam penelitian yang menghubungkan antara pilihan sepatu dan sakit kaki kronis di kemudian hari ini, Alyssa beserta timnya mewawancarai para responden, berusia rata-rata 66 tahun yang mengikuti Framingham Study. Para responden diberi pertanyaan seputar tipe sepatu yang pernah mereka pakai dan yang saat ini masih dipakai. Tim peneliti mengkategorikan sepatu dalam beberapa jenis risiko yaitu rendah (sepatu casual dan atlet), menengah (sepatu boot atau yang berbahan karet atau sol), dan sepatu berisiko tinggi (kurang penyangga dan strukturnya mengeluarkan suara seperti sepatu berhak tinggi).

Lebih dari 60 persen perempuan mengaku sering memakai sepatu hak tinggi, jenis sepatu yang menurut para peneliti tergolong sepatu berisiko tinggi kesehatan.

Hasil penelitian menyebutkan, hampir sepertiga responden dilaporkan memiliki masalah di kaki, yaitu dengan perbandingan 29 persen perempuan dan 19 persen laki-laki. Sementara, sejumlah perempuan usia lanjut yang biasa menggunakan sepatu olahraga atau sneakers di usia muda, terbukti 67 persen lebih tidak berisiko mengalami sakit di bagian betis dibanding mereka yang sering mengenakan sepatu hak tinggi. Nyeri pada kaki termasuk dalam 20 hal yang paling sering dikeluhkan orang berusia 65 hingga 74 tahun ketika mengunjungi dokter atau ahli kesehatan.

"Saya rasa perempuan perlu lebih memperhatikan untuk urusan memilih sepatu yang fit. Sadarilah bahwa tiap jenis sepatu yang dibeli bisa berefek pada kesehatan kaki Anda untuk jangka panjang di kemudian hari," ujar Alyssa.

"Sangat penting untuk memilih sepatu dengan ukuran lebar dan panjang yang cocok dengan kaki. Jangan membeli sepatu hanya karena sepatu itu terlihat lucu," lanjutnya.

No comments:

Post a Comment